Sunday, February 2, 2020

Forget an Ex, Love and Hate Memories

Pernah nggak sih, kenangan bareng mantan muncul lagi ketika lo pakai suatu barang? Atau dalam sebuah situasi lo yang pernah dilewati bareng mantan? Mungkin sebuah tempat di mana lo pernah nge-date sama mantan?

Kenangan ini cukup mengganggu gue lagi nih. Beberapa kali gue nyetir sendiri, tiba-tiba kangen momen bareng-bareng di mobil. Ya pegangan tangannya, ya ciumannya, ya lagu yang kita dengerin bareng waktu ke luar kota. Juga cerita Ikan Mulut Kecil yang pernah dia ceritain di bawah jalur MRT ke Fatmawati. 

Sekarang gue agak males bawa mobil besar itu sendirian. Mau nggak mau, solusinya mending naik yang mobil yang lain kalau pas lagi ada atau bareng temen biar ada yang diajak ngobrol. Atau milih nggak pergi sama sekali. 

Kasur di kamar. Barang ini juga sering menimbulkan kenangan bareng mantan yang Leo tapi ada Gemininya itu. Nggak mungkin ganti kasur sih. Jadi, mau nggak mau berdamai dengan situasi ini sendirian. Caranya? Kasur hanya akan dihinggapi ketika gue udah ngantuk banget. Relaksasi nafas sebagai pendistraksi. Berhasil? Sering kali gagal dan berakhir dengan peluk guling aja sampai ketiduran. 

Kenapa sih kenangan-kenangan gini tuh muncul dari dalam otak? Nggak bisa ya otak ini diprogram otomatis untuk menghapus bagian-bagian yang memang bener-bener udah nggak guna? Bagian otak mana sih yang masih menyimpan kenangan?

Memangnya nggak bisa ya kalau kontak, social media, dan segala jalur komunikasi udah dihapus, kenangannya juga otomatis terhapus?



Read More

Monday, December 23, 2019

Thank You, Rintik Sedu

Rintik Sedu, apa atau siapa? Tidak penting wujudnya kayak gimana, tapi yang jelas gue sangat berterimakasih pada semesta karena mempertemukan gue dengan podcast ini di Spotify. Kemarin malam. 

Sayang...cuma ada 8 atau 10 episode gitu. Ketika habis, gue jadi kepo ke media sosialnya. Ketemu akun Twitternya. "Oh yang ini orangnya," kata gue dalam hati tadi siang di kantor. "Kelahiran 1998, buset masih muda banget!"

Agak nakal ya dengerin podcast di jam kantor, tapi mari memaafkan diri sendiri karena hari ini bos udah cuti. Artinya gue bisa kerja lebih konsentrasi walau sambil pakai earphone dengerin musik. Alih-alih dengerin Rapot, podcast kesayangan gue itu, gue malah pilih Rintik Sedu ini. Dengerin lagi episode terakhir yang judulnya "orang sedih". Persis mewakili perasaan gue akhir-akhir ini. Anjir bocah kelahiran '98 bisa-bisanya punya pemikiran dan merasuki jiwa gue, manusia superior yang hampir kepala 30. 

Dimulai dari "Saya nggak tau mau ngomong apa". Dalam hati kecil gue nyaut, "Wah bakal random nih!" Makin lama, makin mewakili perasaan gue. Dengar setiap kata dari monolognya yang dirangkai cerdas, berima (sesuai kesukaan gue). Hebat orang ini, kata-katanya bisa jadi quote banget, padahal ngomongnya ngawur!

"Orang sedih itu nggak perlu saran, nggak perlu, nggak perlu pelukan, nggak perlu denger lagu buat ngerasa aman. Orang sedih, orang sedih cuma butuh tau kalo dia nggak sendirian." Terima kasih sudah mewakili perasaan gue. Sosok yang dalam diri ini kayaknya lagi sedih, tapi terlalu gengsi buat ngaku. 

Lebih hebat lagi, suara Rintik Sedu ini mampu membius. Bikin ngelamun, berhasil membuat gue berhenti sejenak dari kerjaan gue tadi. Padahal semalem waktu hujan deres, episode "orang sedih" juga udah gue nikmatin dengan seksama sambil rebahan. Tapi ya itu, suaranya terlalu candu. Percaya nggak, sambil nulis blog ini gue sambil pake earphone dengerin episode yang sama? :) Sekarang udah masuk ke episode "balik bentar" nih.. 

Udah ah, gue mo mau game di HP lagi. Post blog kali ini sebenernya hanya salah satu upaya gue menjadi bahagia. Iya 'bahagia', sebuah kata yang kayaknya udah lama nggak gue rasain. You know, bahagia yang benar-benar merasa BAHAGIA. 

Mungkin dengan menulis blog, gue menemukan lagi bahagia. Karena berbagi hal yang membuat gue bahagia. Sebuah aktivitas yang sudah lama banget nggak gue lakukan. Semoga menulis ini terapi yang beneran bisa membuat gue menemukan lagi bahagia yang sesungguhnya. 

Cheers!
















Read More

Thursday, June 20, 2019

Asyik, 5 Kopi Susu Kekinian Ini Buka di BSD!

Bicara soal kopi kekinian memang nggak ada habisnya ya. Selalu ada yang bisa dikulik dari minuman hasil perpaduan kopi, susu segar, dan gula aren ini. Kayak yang mau gue bahas sekarang. Karena ternyata seenggaknya udah ada 5 brand kopi susu kekinian yang punya cabang di berbagai tempat di Jakarta ini, akhirnya buka juga euy di BSD!

Kopi Tuku

Kopi Susu Tetangga Tuku BSD

Sebagai penggemar Tuku dan dengar kabar kalau buka cabang di BSD, serasa hati berteriak "Yes, gue masih bisa cobain kopi tetangga di hari libur!" Ya karena kesempatan minum Kopi Tuku ini paling di hari kerja aja Di cabang yang paling deket buat disamperin, Pasar Santa.
Teaser-nya lumayan lama tuh waktu mau buka di BSD. Tapi akhirnya bisa juga ngopi di hari Sabtu pagi, sambil kenalin si kopi susu kekinian ini ke mama dan adik gue :)

Kalau lo mau cobain es Kopi Susu Tetangga dengan experience cabang di BSD, langsung aja ke Sektor 1.1 deket kolam renang. Buka dari pagi sampai 9 malem dengan area parkir yang luas. Tapi seperti juga cabang Cipete, ruang duduk sih ada cuma agak terbatas kalau buat nongkrong lama-lama.

Buat harganya cek aja di Zomato yaaa...

Kopi Kulo

Kopi Kulo BSD

Gue nggak tahu persis, Tuku atau Kulo yang duluan menjamah BSD. Tapi tiba-tiba Kulo udah ada aja di Anggrek Loka. Kawasan ini sepanjang jalannya memang kuliner dan kostan semua sih, mungkin karena dulu deket kampusnya Swiss German University.

Ruang duduk di Kopi Kulo cabang BSD ini minim banget. Juga dengan area parkirnya, karena posisinya kayak di teras rumah tepi jalan gitu. Tapi abang ojol datang silih berganti. Jadi lo better pesan via ojek online atau dateng nggak di waktu orang pada cari makan aja biar lebih nyaman.

Dari semua standar racikan kopi susu kekinian, menurut gue Kulo-lah yang paling murah. Sekitar 15 ribu aja, tapi rasa juga berbicara sih. Gue pribadi malah lebih suka kopi susu yang pakai Bailey's dari pada kopi pakai gula arennya.

Kopi Janji Jiwa

Kopi Susu Janji Jiwa BSD

Menurut gue Kopi Janji Jiwa adalah brand yang paling aktif berekspansi. Nomor duanya Kulo deh kayaknya.. *Nah kan benerkan, hasil kepoin di Zomato barusan. Janji Jiwa punya 91 outlet Jabodetabek, sedangkan Kulo baru 35 outlet aja.

Jadi nggak heran sih kalau di BSD aja tuh cabangnya ada 4 outlet. At least yang terdekat dari rumah gue, hehehe.. Pertama di Tekno Park yang cuma 10 menit jalan kaki dari rumah gue (yawlah!). Kedua di Teraskota. Ketiga di Pasar Modern Sektor 1.1 dan terakhir di deretan Ruko The Icon yang deket AEON Mall.

Dari semuanya cabang yang area parkir dan tempat duduknya proper buat nongkrong ya di Pasar Modern Sektor 1.1 itu. Kalau jam beroperasinya, klik di nama cabang yang udah gue link di atas ya!

Kopi Cuan

Sejujurnya gue belum pernah coba ini. But I'll stop by soon to try their Kopi Ngerum. Katanya sih enak banget. Harga kopi susunya standar lah ya, Rp18.000 - Rp20.000 aja.

Lokasinya Kopi Cuan di BSD juga di Anggrek Loka, kayak Kopi Kulo. Tapi buat nongkrong-nongkrong lebih proper dan luas. Mungkin karena mereka manfaatin carport rumah dan garasinya untuk jualan. Sayangnya karena area perumahan, jadi parkirannya kurang oke. Kalau naik mobil lo bisa parkir di seberang tokonya.

Kopi Soe

 Es Susu Regal Rum Kopi Soe BSD

Akhirnya Kopi Soe buka juga di BSD! Tapi tentu saja karena yang viral di mana-mana itu bukan kopi susu gula arennya, jadi ya gue coba Es Susu Regal Rum mereka.

Sebagai tempat baru, boleh lah buat ditongkrongin kalau lagi pas belanja ke Pasar Modern BSD. Sambil nungguin nyokap belanja ya kan, lo bisa ngopi atau minum susu sambil buka laptop dan ngadem di sini. Oh iya, mereka buka dari jam 06.00 pagi (kayaknya ini warung kopi paling pagi di BSD, deh!)

~ Out of topic dikit ya, hehe. Kalau mampir ke Kopi Soe BSD coba juga nyobain bakpao enak di sampingnya. Namanya KembangPao! Bakpaonya itu lembut banget dan variasi isiannya banyak!

BONUS

Kopi Kenangan

Kopi Kenangan Mantan BSD

Ada yang juga penggemar Kopi Kenangan Mantan? Kita bikin geng yuk, hahaha!

Akhirnya kopi susu kekinian ini buka juga di BSD! Jadi nggak perlu melancong dulu ke Jakarta buat cobain kopi mereka yang memang rasanya khas. Nggak tanggung-tanggung, bukanya langsung dua gerai. Pertama di Aeon Mall dan satunya lagi di The Breeze.

Mungkin bisa ekspansi banyak gini karena baru dapet suntikan dana dari investor India kali ya... Dari berita yang gue baca, targetnya 150 gerai sampai akhir tahun. Semoga sukses ya!


Banyak banget ya perkopisusuan di BSD. Artinya marketnya ada dan pembagian kue untuk bisnis kopi susu ini makin kecil. Btw, tulisan gue di atas ini belum termasuk kopi susu lain yang setahu gue belum punya cabang lain tapi juga ada di BSD. Kayak kopi Traveler Kopi (Pasar Modern BSD) dan Kopi Tapi Sapi (Golden Vienna). Jadi penasaran, bakal sampai kapan ya hype-nya kopi susu kekinian gini?

Read More

Thursday, June 13, 2019

Hasil Cobain HAKU Glico Wings Blueberry Cheesecake

<

Gue bukan penggemar cheesecake. Karena ya namanya juga cheese alias keju, rasanya asin gurih. Sedangkan gue penyuka makanan manis. Jadi kalau disuruh buat daftar jenis dessert yang gue suka, cheesecake ada di bagian tengah deh!

Es krim cheesecake
HAKU Blueberry Cheesecake
Karena kurang suka, otomatis gue termasuk yang jarang menikmati dessert keju ini. Kalau di BSD ada Cizz, cafe yang speciality-nya jual cheesecake, gue biasanya pilih menu mereka yang Baked Brownie Cheesecake yang bentuknya persegi itu atau Green Tea Cheesecake yang bawahnya ada kacang hijaunya. Sayang, menu Green Bean & Tea Cheesecake yang bulat ini kosong pas gue mampir, padahal gue SUKA BANGET!!!

Ngomongin cheesecake, kemarin nih gue baru aja cobain HAKU Blueberry Cheesecake punyanya Glico Wings. Wah, asli gue baru tau kalo HAKU punya es krim rasa ginian pas belanja ke Alfamart deket rumah. Karena sepengalaman ketemu HAKU cuma yang bentuknya persegi panjang, ada wafer kayak taiyaki dan lapisan cokelat di tengahnya sama yang pakai stick. Rasa green tea kalau nggak salah.

Glico Wings Blueberry Cheesecake Ice cream
HAKU Blueberry Cheesecake

Gue putuskan beli karena kalau dilihat-lihat bentuknya beda dari yang lain, cup gitu. Beli Blueberry Cheesecake ini juga karena harganya sih... murah banget cuma Rp8.000 aja! Meski agak takut nggak sesuai ekspektasi alias failed rasa cheese-nya karena harganya murah banget.

Ternyata... GUE TIDAK TERTIPU! Rasanya beneran kayak makan cheesecake! Walau teksturnya es krim, bukan cake atau bolu. Terasa juga kejunya, walau cenderung manis. Yah harganya nggak sampai ceban masa lo ngarep rasanya otentik cheesecake kayak punyanya Cizz :)

Tapi gue amazed, hahaha.. kok bisa mirip cheesecake. Karena gue belum pernah ketemu sama es krim di minimarket yang rasanya keju :)

Glico Wings Blueberry Swirl Cheesecake
Blueberry Swirl Cheesecake

Glico Wings Cheesecake Ice Cream
HAKU Blueberry 'Swirl" Cheesecake


Karena  Blueberry Cheesecake, memang ada saus blueberry yang disiram di atasnya. Apa ya istilahnya, di-swirl? Iya gitu, pokoknya melingkar-lingkar. Amat mempercantik tampilan pas kali pertama dibuka. Ehe. Seperti blueberry pada umumnya, ya lo bakal ngerasa asam kecut tapi blends well with the cheesecake :)

Saran gue nih, kalau lo makan HAKU Blueberry Cheesecake ini sendokinnya sampai dasar cup ya! Karena di bawahnya itu ada crumble-nya... CRUMBLE, man!

Glico Wings HAKU Blueberry Cheesecake Ice Cream
The Holy Crumble!
Gilsss... kayak beneran makan cheesecake versi cafe, you know! Tidak lembek, pun tidak keras. Ibarat awalnya lo makan pertama udah senyum karena rasa cheese-nya, ketemu crumble ini lo bisa sampai senyum plus merem karena seenak itu. Enaknya premium, hahaha!

Glico Wings HAKU Blueberry Cheesecake Ice Cream
Tapi dinikmati setelah 3 menit masih oke kok :)
Nah di lapisan penutupnya tertulis 2-3 menit. Mungkin ini waktu terbaik untuk menikmati ya, tapi gue makan dengan durasi lebih dari itu dan teksturnya masih baik-baik aja. Itu pengalaman gue...

Sebagai orang yang sedang ingin menurunkan berat badan, gue baca deh takaran sajinya. Untuk 110 ml setara dengan 120 kcal, gue rasa ini aman. Karena makannya pun puas kok :)

Berapa kalori HAKU Blueberry Cheesecake
Kalori HAKU Blueberry Cheesecake

In the end, makasih ya Glico Wings udah bikin es krim cheesecake gini. Premium tapi murah. Semoga awet-awet di Indonesia dan terus berinovasi ngeluarin rasa baru. Hehehe...
Read More

Friday, December 28, 2018

Cerita di Klinik Kopi - Jogja

Mungkin tulisan gue ini sedikit berbeda dari sekian banyak cerita bahagia dari orang-orang yang ke Klinik Kopi di Jogja. Karena memang gue nggak happy-happy banget ke sana. Tapi biarlah ini jadi pengalaman pertama yang cukup jadi sekali saja tanpa ada kata 'will be back for sure' hahaha..

Klinik Kopi di Jogja bukannya nggak seru, hanya saja bukan untuk gue. Tempat ini mungkin lebih cocok buat orang yang sabar. Karena ngantrinya itu lho, wah ampun!!

Klinik Kopi di Jogja Yogyakarta
Fotonya dari Andam Suri A.
Pertama sampai di Klinik Kopi, asli, ramai banget yang antri! Gue dan temen-temen langsung dapet antrian nomor 24, gokil... padahal baru dateng dan itu masih jam 5 sore alias baru sejam dari waktu buka mereka!

Btw, antriannya itu dapet dengan lo samperin pintu rumahnya terus minta nomornya ke salah satu cowok yang ada di situ. Ntar lo akan dikasih kertas persegi panjang bernomor gitu.

Nothing much to do while you wait the queue. Di tempat ini hanya disediain tempat nunggu. Itu juga nggak luas. Ada teras lantai keramik yang beratap dan ada juga bagian yang nggak ada atapnya. Untung, si owner masih baik nih sediain colokan listrik yang banyak. Memahami sekali pengujungnya kebanyakan anak muda :D

Kalau datang ke sini lebih seru bareng temen yang bisa diajak seru-seruan deh. Biar nggak bosen, karena letaknya Klinik Kopi ini di area gang perumahan gitu. Nggak ada tukang jualan yang deket gitu..

Atau lo bisa bawa kartu, buku mewarnai, congklak, atau game board apa pun itu untuk membunuh waktu antrian di sini. 

Pengalaman gue, karena dapet antrian 24, jadinya milih keluar gang ke jalan besar Kaliurang buat cari makan. Pas banget udah jam 6an. 

Tempat makan deket Klinik Kopi Jogja
Pengalaman gue sih, ini solutif banget kalo kelaperan pas nunggu :)
Ternyata sepi juga tuh yang jualan di situ. Mungkin pas long weekend libur Natal. Paling dekat hanya warung sate kambing. Beruntung, satenya enak!

Sejam kemudian balik lagi, eh masih ramai juga tapi lebih sepiii.. seletingan dari yang masih pada nunggu , sepi karena sudah pada pulaaangg...! Dan antrian gue maju deh! Hanya 2 nomor tapi, jadi 22 dan gue nggak tahu pas sampe lagi di sini udah sampe nomor berapa, hahaha...

Antrian maju pun masih nunggu lagi sekitar setengah jam gitu. Ah tobaaaaattt...

Kekecewaan bertambah karena gue kurang survei. Ternyata hanya jual kopi hitam. KOPI HITAM, tok! 

Biji kopi hitam di Klinik Kopi di Jogja

Waduh sebagai orang yang nggak suka dan biasa minum kopi hitam, pengalaman coffee journey kali ini failed banget sih. Sedih dah pokoknya.

Tapi mungkin akan sangat menyenangkan buat lo yang suka dan bisa minum kopi hitam. Karena pilihannya banyak! And I am sure semuanya berasal dari kualitas terbaik kalau berdasarkan cerita dari owner-nya. 

Jujur, gue nggak impressed sama sekali dengan ceritanya. Gue nggak peduli sama kisah di balik menemukan varietas itu sih. 

Ada 4-5 jenis dan sejenis yang dari luar negeri gitu. Harga setiap jenis biji kopi yang udah disimpen dalam toples itu adalah Rp20.000, tapi beda buat yang satu dari luar negeri. Lebih mahal goceng kalo nggak salah..

Karena datengnya sama temen berenam sama gue, jadi kami pesen setiap jenis yang ada buat diseduh. Pertama biji langsung digiling di mesin yang ada di bar situ. WAH, parah wanginya menggoda banget! Ah jadi keinget lagi nih sama suasananya di sana, hahaha...

Jenis kopi hitam di Klinik Kopi Jogja

Giling biji kelar, bubuk langsung diseduh manual (kayaknya V60) sama satu-satunya barista di sini. Sambil baristanya ceritakan kisah di balik biji kopi dan after taste yang bakal lo dapet. Walau kami dapet seduhan yang sama, intepretasi rasa setelah menyesap mungkin saja berbeda. Nah, memang dasarnya gue bukanlah peminum kopi hitam jadi gue rasa semua sama aja. Jujur, pengalaman cupping coffee ini seru! 

Terlepas dari rasa kopi dan antrian, tempat ini hommie. Banyak foto yang cerita tentang petani dan tanaman kopi. Tapi nggak ada tuh tempat duduk kalau lo mau nongkrong cantik kayak di cafe. Kalo ambience-nya cenderung temaram, maka mohon maaflah ya jika hasil foto dari kamera HP di sini blur hahaha..

Suasana Klinik Kopi di Jogja

Mesin giling kopi di Klinik Kopi di JogjaKlinik Kopi Jogja

Kesimpulannya, cukup sekali dan tahu saja gue sama tempat ini, yang penting udah pernaaahhh... :D
Read More