Sunday, July 7, 2013

Happy Parking In Palmerah Station Has Moved On

Whats Up?! Haha, najong banget sapaan gue gitu. Sok iye ye, haha.

Parkiran Stasiun Palmerah yang Baru
Ok. Jujur aja gue adalah tipe pemantau berapa pembaca blog gue. Hasil telisik gue, ternyata cukup banyak yang suka cari informasi soal parkiran sekitar Stasiun Palmerah. Jadi kali ini gue akan buat sedikit update dari tulisan gue sebelumnya.

Renovasi besar-besaran di PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) ternyata nggak hanya memperluas peron, mengubah tata letak pintu masuk dan keluar, mengubah jadwal perjalanan kereta, sistem pembelian tiket, hingga pengaturan harga yang direncanakan tidak lagi flat.

Parkiran di kawasan statiun juga ikut ditertibkan. Gue yang sejak bulan Desember 2012 parkir di stasiun Palmerah, akhirnya kena imbas juga. Imbasnya malah merepotkan gue.

Sebelumnya, penjaga parkiran di stasiun, Bang Udin, bilang para member alias orang yang memang parkir langgangan dengan bayar perbulan di situ tidak akan digusur. Toh ternyata akhirnya doi kalah juga kayaknya sama PT. KAI. 

Karena harganya ternyata nggak cocok. Maksudnya, yang kalau sebulan gue bayar Rp120.000, untuk setelah renovasi di parkiran motor itu, harus rela mengeluarkan biaya yang lebih mahal dari pada itu. Gue sendiri belum begitu paham bagaimana hitungannya perjam di parkiran stasiun Palmerah yang sekarang, tapi dari info yang dikumpul-kumpul dari petugas parkirnya, selain dengan hitungan perjam ada juga biaya menginap yang akan ditambahkan jika motor lo masuk ke parkiran setelah jam 23.00 WIB. (Soal bayar ini perlu diklarifikasi lagi, sabar ya nanti gue wawancara abangnya dulu biar pasti infonya).

Misalnya gini perhitungannya, karena lo pelaju yang kerja dan nitip motor di Jakarta, jadi lo titip motor itu sore jam 18.00 WIB. Maka dari jam itu sampai jam 23.00 lo dikenakan tarif perjamnya seribu rupiah, jadi Rp5.000. Nah setelah itu lo dikenakan tarif menginap yang kalau nggak salah itu Rp10.000. Jadi setidaknya lo bayar sehari itu Rp15.000 untuk parkir di stasiun. 

Kalau ditotal, Rp15.000 x 22 (hari efektif kerja) = Rp. 330.000 - sekiranya segitu. Tapi kalau gue, jurnalis  'pres gret' yang masuknya bisa sampai 24 hari kerja ya jadi ditambahin aja sekitar Rp360.000 yes, bokek you know.

Nah akhirnya, gue dipindahin ke parkiran di sebuah bengkel yang sekitar 50 meter sebelum pintu masuk stasiun dari arah Simprug, Permata Hijau. Move on itu juga karena bang Udin yang katanya kasihan lihat member harus bayar parkir yang punya selisih lebih dari Rp200.000.

And yeah, akhirnya gue sama sekitar 50-an member yang lain rela harus jalan kaki sedikit demi bayar lebih murah. Dan nggak masalah, karena parkirnya malah lebih aman berada di balik gerbang besi warna orange yang menutupi bengkel Karya Guna itu. Untuk nyebrang ke stasiun juga relatif aman karena ada lampu merah yang tombolnya bisa ditekan pejalan kaki, kayak di Singapura itu lah. 

Harganya? Tetap sama. At lease, so far.

2 comments:

  1. Gan tempat parkiran motor yg harganya 200rb masih ada? Boleh minta alamat lengkapnya GK?

    ReplyDelete