Sunday, July 21, 2013

Talking About Theater's Popcorn

Terserah pilihannya mau nonton apa, di mana, bagaimana, dan sama siapa tapi kegiatan itu memang lebih mantap jika dilewati sambil nguyah-nguyah cantik. Misalnya, waktu menikmati film di bioskop. Ternyata sudah sejak dari zaman (sebelum) Perang Dunia II camilan masuk teater itu populer. 

Tahun makin bertambah, bioskop juga makin banyak, makin keren-keren. Mulai yang beredar di Indonesia ada Blitzmegaplex, Cinema XXI, dan 21. Masuk ke bioskop juga sudah gampang banget menemukan bar panjang penjual snack yang mulai dari hotdog, nachos, fries, popcorn, sampai nasi goreng. Pelepas dahaga juga ada, mulai dari sekedar fresh water dalam kemasan sampai yang 'berwarna'.


Kalau diperhatikan, memang enggak semua orang suka cara nonton ditemani camilan, tapi gue, beda. Gue lebih suka nonton ditemani PACAR *angkat alis kanan setengah* hehe... itu maunya. Entah boros atau tidak mampu menahan hasrat mengunyah, hampir setiap nonton film di bioskop, popcorn manis atau karamel jadi teman hidup, hidup selama di dalam bioskop ("~.~)

Dari dua bioskop yang kerap gue sambangi, Blitzmegaplex dan Cinema XXI, gue perhatikan keduanya memang punya taste yang beda kalau soal popcorn. Untuk Cinema XXI dan demi sehatnya kantong, gue biasa pilih sweet popcorn aja, bukan yang karamel. Sweetnya aja, rasanya itu sudah manis banget, pas gitu manisnya.

Ukuran porsinya juga pas. Ya kayak kotak popcorn pada umumnya, kalau small ya mini, kalau large ya standar, dan kalau bucket ya bagusnya nggak lo makan sendirian, bagi ke gue gitu! Pokoknya kalau yang bucket kayak tangan lo sampai bisa berenang di dalam lautan popcorn manis. Sweet...

Sedangkan Cinema XXI caramel itu biasanya di-pack dalam bentuk gelas plastik atau serupa bungkus camilan di minimarket. Nah kalau yang ini rasanya lebih lebih lebih manis lagi. Enggak enak buat langsung digigit dan enggak baik juga buat kesehatan kantong. Rada mahalan cyin!

In My Opinion, memang sweet popcorn itu dimakan dengan diemut-emut imut dulu manisnya, baru dikunyah ketika popcornnya udah basah di dalam mulut. Ini cara gue makan popcorn ya, kalau lo suka yang langsung sikat, ya terserah *nyolot*

Nah, kalau di Blitzmegaplex, rasa manisnya itu nggak terlalu berasa. Asli. Tentang kerenyahannya pun masih lebih crunchy popcorn XXI. Ukuran? Small itu seukuran large-nya XXI. Largenya gimana? Gedelah! Walau enggak segede bucket XII.

Karena gue beberapa waktu terakhir ini menikmati yang namanya promo "buy 1 get free 1" dari kartu kredit CIMB Niaga *asik iklan, siapa tahu diajak jadi buzzer* jadi alokasi yang hanya sepenuhnya untuk nonton bisa dirupakan menjadi popcorn ukuran large. Harganya yang combo itu sekitar Rp36.000 dan itu makannya enggak pernah bisa sampai habis sekelarnya film. Banyak banget, asli.


Anywaaaaayy... kok ini ada pemberitahuan ya kalau di Blitz bakal ada auditorium yang 4DX... meski gue enggak tahu apa arti X-nya, tapi ini pasti bakal jadi le-gen-dary!!! Artinya nggak harus ke Keong Emas, Dufan, atau Universal Studio lagi buat nonton 'por-di'. uh yeah..

1 comment: