Thursday, November 7, 2019

Teribble Mistake. I am Sorry, Leo

Kali ini tidak sulit buatku memulai kalimat pertama. Karena aku tahu apa yang akan kutulis. Ini tentang kamu. Sosok yang baru saja aku kenal dan dengan mudahnya masuk ke duniaku. And I am j

Teruntuk Leo 6 Agustus, makhluk berlambang zodiak singa paling sabar, penuh pengertian, dan telah berkorban waktu, materi untuk mengusahakan hubungan ini. Kamu super sangat luar biasa!!!

Hai dokter gigi paling menyenangkan yang pernah aku temui! :)

Terima kasih ya sudah membukakan hatimu untuk aku. Mempercayakan waktu dalam keseharianmu untuk aku susupi. Membolehkan aku menyampaikan semua unek-unek kehidupan dan kamu mendengarkannya dengan sangaaat sabar. Mengizinkan mengenalmu sedikit demi sedikit siapa dirimu dan masa lalumu. Mengorbankan kepentinganmu untuk kita bersama. Mengajarkan sabar untuk rindu yang menggebu-gebu.

Terima kasih juga untuk berani mengambil keputusan di saat aku bimbang, kebanyakan berpikir, dan sulit menentukan. Emang dasar nih aku Libra! Hehehe.. Makasih ya sudah menyelesaikan urusan Gibran dengan sangat baik sekali (dan sabar!). I really appreciate!

Nggak hanya soal Gibran sih. 
Terima kasih telah mau naik motor bareng ya. Sabar menghadapi ke sotoy-an aku di MRT :D Semoga kamu sempat menikmati waktu-waktu itu dan menjadi sesuatu yang manis untuk dikenang.

Gemas. Gemash. Emesh.
Kamu benar-benar semenggemaskan itu!
Caramu bertutur, pilihan kata manja yang kamu ucapkan, candamu yang pinter super cerdas, tingkahmu padaku, caramu melangkah bersamaku. 

Maaf ya, jika aku menyampaikan kekhawatiran mama dengan cara yang salah. Sangaaaat keliru ya tampaknya :'( Seharusnya kusimpan rapat saja. Tapi sesungguhnya ku tak ingin ada yang ku rahasiakan darimu. Maaf jika kejujuran ini membuatmu terluka dan merasa tidak dihargai.

Aku bisa paham kalo mama melakukan background checking menjadi hal yang salah di matamu. Aku pikir, beliau justru ingin mengenalmu lebih lagi. Memastikan anaknya berada di tangan yang tepat. Dan kamu memang tepat! Hanya waktunya saja, mama perlu lebih banyak lagi untuk percaya. Untuk lebih banyak ngobrol denganmu, kurasa.

Aku pun bisa paham jika kamu marah, merasa tersinggung dengan pandangan mamaku kepada kamu sebagai orang asing. Seperti yang kubilang di atas, beliau hanya butuh waktu. Mungkin lelahmu hari ini juga memengaruhi keputusanmu. 

Andil aku pun besar pada kesalahan ini. Aku terlalu gegabah untuk membawamu ke dalam kehidupanku yang masih konvensional. Aku terlalu cepat mengungkapkan yang seharusnya aku bisa pilih untuk disampaikan. Maafin, ya?

Kepada sosok satu Leo yang menggemaskan, aku sayang kamu...
Mungkin kamu bosan, tapi aku sungguh-sungguh, maafin aku ya :)

Love,

Tysia

0 comments:

Post a Comment