Saturday, August 22, 2020

How Do I Get 25 Hours a Day?

Without question, we all have 24 hours a day. But to cover all my to-do list in a day, I need more than that. How do I get 25 hours a day?

Kenyataan bahwa satu hari nggak bisa diubah jumlah waktunya itu menyedihkan. Gue menyadari, gue butuh lebih dari 24 jam sehari. Kayaknya nggak cukup aja gitu untuk menyelesaikan seluruh agenda gue. Kurang menejemen waktu kali ya? 

HOW DO I GET 25 HOURS A DAY

Tapi kali lo yang baca ini bisa kasih masukan di komen untuk pembagian waktu sehari gue ini. Mulai dari...

8 jam = tidur (ini ga boleh kurang & dipotong-potong. Harus 8 jam full. Biar sehat fisik dan psikis).
1 jam = bangun tidur + sarapan + mandi (mandi gue cukup 10 menit, bersih kok bersih, ehe!).
1 jam = perjalanan ke kantor.
8 jam = kerja.
1 jam = istirahat.
1 jam = perjalanan pulang.

baru sampe sini, dari 24 jam gue udah kepake sekitar 20 jam. 

Artinya masih ada 4 jam lagi ya...
1 jam = mandi sepulang kerja (kalo pake keramas bisa 30 menit termasuk hair dryer) + makan malam.
1 jam = buat ngobrol sama orang-orang terdekat / nongkrong sama temen
2 jam = buat urusan domestik (ya masak, ya cuci piring, ya belanja, kadang mampir tempat cuci motor). Nggak menutup kemungkinan zoom meeting atau ngerjain lemburan *oh agency lyfe*

ABIS. OKE ABIS 24 JAM GUE ABISSS!!

kesel.

Kesel karena gue nggak punya waktu buat browsing berita-berita terkini. FOMO banget ya? Emang.
Kesel karena nggak sempet ngobrol sama orang-orang terdekat lebih lama lagi.
Kesel karena nggak bisa bercinta lebih santai *ya karena mikirin hanya ada 24 jam kali ya*
Kesel karena nggak sempet lagi lihat Youtube, buka social media, update hal seru, nonton Netflix.
Kesel karena pengen ngeblog, ngelanjutin online workshop pun nggak bisa lagi.
Satu lagi, kesel karena nggak bisa olahraga pagi! *ya ini antara niat dan ketersediaan waktu sih...*

Tapi kesimpulannya prioritas adalah semua dan tidak dapat dipilah-pilih lagi. 

Tidur, masak, Netflix adalah prioritas untuk tetap mencintai diri sendiri.
Kerja adalah prioritas untuk tetap bisa bertahan hidup dan belajar.
Plaju adalah prioritas untuk menunjang kerja.
Ngobrol dan bercinta adalah prioritas untuk tetap memenuhi hirarki Diagam Maslow.

Sejauh ini gue masih di tahap kesel-kesel sendiri sama waktu yang hanya ada 24 jam. Tapi barusan browsing sih, gimana caranya bisa punya 24 jam yang efektif? Baru lihat sekilas sih, karena gue pikir nggak semua yang ada di artikel can relate sama aktivitas gue setiap hari ya. Skeptis amat ya Letysia, hahaha!

Menyoal 24 sehari ini, sebenernya adil juga. Karena setiap orang punya jumlah yang sama dalam sehari. Tapi kenapa gue masih kurang aja ya? Kurang bersyukur ya?

Mikir begini akhirnya menyadarkan gue, di umur yang nggak muda lagi dan temen-temen udah masih sedikit, seharusnya gue bisa lebih tepat waktu untuk tiba kalo ada ajakan nongkrong. Karena semua orang punya 24 jam yang sama dan mereka bersedia meluangkan setiap menitnya untuk melihat gue hadir dan mendengarkan cerita-dan-lelucon-yang-tidak-selalu-lucu dari gue...

0 comments:

Post a Comment